Jakarta
Tokyo
London
New York
Sydney
Latest News :

Popular Posts

Showing posts with label risk management. Show all posts
Showing posts with label risk management. Show all posts

Euro, Rawan Terpecah Tetapi Belum Bubar

July 04, 2012

Euro diprediksi akan runtuh perlahan dalam beberapa tahun ke mendatang.
Masa depan Euro-Zone memang tengah dibahas secara intensif oleh kepala-kepala negara di Brussel sejak kemarin (28/06). Namun masih banyak pihak pesimis perundingan di ibukota Belgia itu bisa menghasilkan sesuatu yang produktif. Hampir separuh dari 22 ekonom asal Amerika yang disurvei CNNMoney meyakini satu negara segera keluar dari komunitas euro. Sebagian besar berpendapat dua hingga tiga negara yang akan angkat kaki, dan hanya 1 ekonom yang memperkirakan euro akan ditinggalkan lima sampai tujuh anggotanya.

Mereka juga melihat krisis masih jauh dari penyelesaian dan rawan meluas ke luar wilayah. Separuh ekonom sepakat krisis euro adalah ancaman terbesar bagi perekonomian Amerika Serikat (AS) di masa depan. Sebanyak 10 ekonom cemas jika masalah benua biru menghancurkan pasar keuangan dunia dan 5 orang lebih khawatir dengan penurunan volume ekspor akibat resesi. 7 ekonomi lainnya bahkan melihat potensi kerusakan berantai, termasuk kebangkrutan bank-bank besar.

"Pasar kredit terancam beku, seperti yang terjadi pasca kasus Lehman 2008 silam," ujar Lynn Reaser, Kepala Ekonom Universitas Point Loma Nazarene. Menurutnya, kombinasi antara kehancuran bank akan berimbas pada penurunan tingkat permintaan dari wilayah Eropa sehingga pada akhirnya memperlemah ekonomi negara berkembang.

Memang tidak ada ekonom yang memprediksi euro akan bubar sepenuhnya. Negara-negara besar dan mapan secara ekonomi tidak akan meninggalkan mata uang euro begitu saja. Pemerintah negara-negara Eropa harus menyepakati segala program restorasi kawasan untuk memulihkan kepercayaan publik. Tanpa itu, kemungkinan lebih buruk mengancam sewaktu-waktu.



Source: Monexnews

TIPS: How to Avoid Taking Profits Too Quickly and Staying with Losing Trades Too Long

May 05, 2012

Loss Expression
Does this sound familiar…
 
“Most of the time I earn a few pips and close out the trade because I want to catch it while it is still profitable. But when the trade goes against me I will hang onto it too long thinking it will come back to profitability but I get scared and close it out so I end up losing more. And then, what’s really frustrating is that the trade ends up moving in the direction of my original trade. How can I learn to ‘stick with my trade’ ?”
 
This is a great question and it is something that all traders, especially in the beginning, have a challenge with. It is also something that is gained through experience. ("What is the Number One Mistake Forex Traders Make")
 
A key thing that a trader must do is acknowledge that you will have losing trades. (Learn a strategy to help stay away from losing trades "Breakouts:How to Stay Away from Some Losing Trades") 
 
If a trade moves against you, as a trader you need to be willing to accept that loss just as you are willing to accept the winning trades. Since you are trading with risk capital, money that you can afford to lose, a trader must be OK with that loss as it will not affect their life style one tiny bit. Losses are simply a part of trading.
 
(If you are not trading with risk capital, stop trading!)
 
Once a trader accepts that concept, they will be more inclined to let a trade “play out” and not jump at the chance to lock in a tiny bit of profit or become distraught as a trade begins to move against them and close out the position. 
 
Next, be certain that you are taking only the higher probability trades, those that are in the direction of the trend, and that your entries are based on a solid technical reason such as a break of support or resistance
 
When a trader knows that they are trading a pair that is in a strong trend, they will have the courage of their conviction to be able to “stick with the trade” as it is in a strong trend. (This does not mean that sticking with a trade in the direction of the trend will insure a winning trade. It does mean, however, that you will be taking trades that have a greater potential for success.)
 
Once you have decided on the higher probability pair you will trade and know where you will place your initial stop and limit, when the trade executes…leave it alone! Promise yourself that you will only let the trade limit out or be stopped out.
 
Lastly, be sure that you are following the principles of Money Management. So when the losing trades occur, your losses will be small and manageable.
 
Practice this discipline many, many times in a Demo account until you become comfortable with it. 



Source: Dailyfx

Analyst: Emas Bidik Level Tinggi

January 22, 2012

Emas siap melesat ke level resistance di $1,667/ons, menurut ScotiaMocatta. Jika logam mulia ditutup di atas level ini maka harga emas untuk jangka menengah diperkirakan akan melambung tajam.

Namun jika emas ditutup di bawah level ini resiko likuidasi bergerak ke kisaran $1,523/ons. Untuk perak, level resistance kunci di $30.71/ons sementara level support di $29.50/ons, level rendah pekan ini. Spot emas di $1,656.60/ons, turun 10 sen dan perak di $30.58/ons, turun 6 sen dari level penutupan.




Sumber: Monexnews

Emas Manfaatkan Kegundahan Pasar

January 16, 2012

Komoditi emas diuntungkan oleh derita ekonomi kawasan euro pekan ini. Kabar downgrade S&P melambungkan kembali harga logam mulia di pasar.

Futures emas pengiriman Februari diperdagangkan pada $1,640.40 per ons pada sesi Asia hari Senin (16/01). Harga emas sekarang sekitar $10 lebih mahal dibanding harga penutupan sesi Amerika Jumat lalu (13/01), $1,630.80.

Futures emas berakhir 1% lebih murah pada sesi perdagangan Amerika di akhir pekan. Namun emas masih mampu meraih penguatan mingguan sebesar 0,9%. Analis Societe Generale mengatakan bahwa downgrade kemarin sudah diperkirakan sebelumnya oleh pasar dan tidak banyak mempengaruhi opini investor terhadap Eropa. Ekonomi benua biri sendiri diprediksi tumbuh pada level 0% di tahun 2012.

Fokus perhatian pasar kini beralih ke event besar benua biru yang akan dihelat 30 Januari mendatang. Pertemuan Tingkat Tinggi Eropa bulan ini menjadi titik penentu apakah otoritas mampu merancang cetak biru penyelesaian krisis yang mumpuni dan bisa diterima oleh pasar. Dibutuhkan suatu gebrakan besar yang bisa memupuk kepercayaan pelaku keuangan. Pasalnya downgrade S&P Jumat lalu dilatarbelakangi oleh skeptisme lembaga rating terhadap apa yang sedang dilakukan oleh negara-negara besar seperti Jerman dan Prancis.




Sumber: Monexnews

Meski krisis, Yunani tak ingin lepas euro

January 15, 2012

Krisis utang menjadi bagian sejarah euro setelah diluncurkan sepuluh tahun lalu, dan Yunani menjadi negara yang paling parah. Meski diterpa krisis, publik Yunani masih percaya dengan euro karena takut kembali ke drachma justru bisa menjadi malapetaka.

Para politisi memang selama ini  tetap teguh menolak kembali ke mata uang lama, tapi hasil survei memastikan hal itu, publik Yunani tetap ingin bergabung di zona euro. “Yunani telah dan akan selalu menjadi bagian Uni Eropa dan euro,” kata Perdana Menteri Lucas Papademos, yang menjabat sebagai gubernur bank sentral negara itu ketika euro diluncurkan dan  selanjutnya menjabat wakil presiden ECB.

Publik tetap memberi dukungan besar untuk euro, naik ke 80% menurut polling terbaru, meski Yunani terjerumus resesi dan harus menjalani program penghematan agar mendapat bailout. Tingkat pengangguran meroket, dengan hampir separuh kaum muda tak punya pekerjaan.

Selain itu, kemungkinan Yunani keluar atau dikeluarkan dari zona euro tidak hanya menjadi gagasan yang dilontarkan oleh politisi ekstrim. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy memperingkatkan pada Nopember takkan membantu bila Yunani tidak mau mengikuti persyaratan bailout. Terpaksa, akhirnya Yunani manggut juga.

Surat kabar mingguan Inggris The Economist, yang selama ini berargumen Yunani akan default, baru-baru ini menyelenggarakan konferensi di Athena mengenai kemungkinan keluar dari zona euro. Bahkan mantan presiden Perancis, Valery Giscard d’Estaining, yang populer di Yunani karena mendukungnya bergabung ke Uni Eropa, menyebut penerapan mata uang itu sebagai kesalahan besar.

Kesalahan yang membuat pemerintah Yunani, meski terjadi pergantian, terus meminjam yang uang hingga membuatnya tenggelam dalam utang. Menggunungnya utang itu karena para pemimpin tak bisa membedakan antara kredit dan pendapatan,” kata ahli sejarah Nicolas Bloudanis. “Dengan bergabung dengan euro, Yunani bisa meminjam dengan biaya rendah.  Tapi hal itu malah membuat para politisi menambah  simpatisan dengan merekrut pegawai sebanyak mungkin,” tambahnya.

Selain itu, Yunani gagal menggunakan dana berlimpah dari Eropa yang diterima pada era 1980an untuk meningkatkan daya saing industri dan ekonominya, menurut Savas Robolis dari Panteion University di Athena. “Keberlangsungan jutaan perusahaan tidak bisa bergantung hanya pada 3,7 juta konsumen Yunani, mereka harus ekspor,” kata professor ekonomi itu. Namun Robolis, yang dekat dengan serikat kerja Yunani, memandang kembali ke drachma akan justru akan membawa Yunani kembali ke status negara  terbelakang (underdeveloped).

Ekonom lainnya, Yannis Varoufakis dari University of Athens, berargumen biaya meninggalkan euro jauh lebih besar dari mempertahankannya. Ia yakin depresiasi nilai drachma akan memicu  pergeseran nilai di negara itu dari kaum miskin yang tabungan dan gajinya menjadi tak bernilai, ke kaya yang memarkir kekayaannya di luar negeri.




Dari: Berbagai Sumber

Yunani sebaiknya keluar dari euro?

Masalah fiskal dan keuangan yang melilit Yunani, meski sudah diberi bailout, menimbulkan pertanyaan, perlukan negara itu keluar (atau dikeluarkan) dari euro, dan kembali ke mata uang lama drachma? Meski sulit untuk menjawab pernyataan itu, beberapa gambaran ekonomi mungkin memperjelas masalahnya.

Pertama, beberapa fakta. Kesenjangan Yunani dengan ekonomi besar seperti Jerman dan Perancis. Selain itu, pemerintah Yunani selama menjanjikan tunjangan ke warga negaranya. Hal ini membuat pemerintah terus menambah pembelanjaan meski penerimaan pajak dan pendapatan lainnya tidak cukup untuk mengimbangi neraca. Ditambah dengan penghindaran pajak, yang selalu jadi masalah di Yunani.

Ketika Yunani mengadopsi euro pada 2012, ketidakseimbangan anggaran tidak dilihat politisi karena mereka bisa meminjam dari pasar untuk membiayai pengeluaran. Namun, mereka meminjam secara sembrono. Caranya ini, ditambah dengan ketidakmampuan untuk membayar ke kreditor dan lingkungan ekonomi yang resesif, menjadi faktor penyebab krisis utang Yunani.

Keparahan masalah diketahui oleh IMF dan ECB, dan lembaga donatur itu memberikan bailout yang tidak sedikit. Meski demikian, langkah pengetatan anggaran dan kenaikan pajak belum memberikan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, Fitch Ratings menurunkan peringkat negara itu ke status junk, yang membuat yield obligasinya melonjak ke 16,8%. Hal ini semakin mempersulit Yunani mendapat pinjaman dari pasar. Alhasil, IMF dan Uni Eropalah yang kembali harus turun tangan.

Bailout kedua hampir pasti datang dengan persyaratan yang menyakitkan untuk Yunani. Seperti yang pernah dikatakan oleh ekonom Martin Feldstein, pengurangan defisit anggaran akan membawa Yunani ke resesi yang, sebagai anggota zona euro, tidak bisa mendevaluasi mata uangnya.

Ketidakmampuan mendevaluasi mata uang adalah salah satu bagian kunci dari masalah Yunani. The Economist pernah menunjukkan beberapa opsi untuk mengatasi masalah Yunani. Satu dengan cara pemberian pinjaman dan transfer fiskal oleh IMF dan negara zona euro. Kedua meminta kreditor untuk secara sukarela berpartisipasi dalam restrukturisasi utang.

Opsi pertama sedang dibahas oleh para pemimpin Eropa. Tapi pembahasan alot karena beberapa negara, terutama Jerman, yang menuntut bailout kedua harus diiringi dengan peran dari kreditor swasta. Ini berarti sama dengan restrukturisasi utang, atau opsi kedua. Restrukturisasi bisa dilakukan dengan cara roll over obligasi atau memperpanjang waktu jatuh tempo. Sayangnya, opsi itu masih ditentang oleh ECB.

Bila Yunani diharuskan melakukan pengetatan yang lebih dalam, maka negara itu terancam menghadapi masalah ekonomi yang dibarengi dengan kenaikan pajak dan tingginya pengangguran. Kebijakan moneter tunggal membuat Yunani tidak punya kemampuan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lokal. Akibatnya, Yunani tidak bisa mengurangi defisit fiskal dengan devaluasi mata uang.

Melihat kondisi ini, logis bila muncul pemikiran sebaiknya Yunani keluar dari euro meski ada dampak jangka pendek, baik secara ekonomi maupun politik. Secara umum, kasus Yunani membuka kemungkinan di dekade mendatang, satu atau negara akan keluar atau dikeluarkan dari zona euro.

Hingga saat ini, gagasan mengeluarkan satu negara dari euro masihlah tabu. Para pemimpin Eropa masih menolak opsi itu demi menjaga kesatuan. Namun, sampai kapankah  atau berapa kalikah Uni Eropa harus mem-bailout Yunani? Selain itu, mampukah negara itu menyelesaikan masalah ekonominya? Apakah restrukturisasi utang bisa menyelamatkan Yunani, yang hutangnya diperkirakan mencapai 166% PDB tahun depan?

Hal ini pun baru saja disebut oleh Nouriel Roubini, ekonom senior AS yang pernah memprediksikan krisis finansial. Menurutnya, bila Uni Eropa tidak menyelesaikan masalah ekonomi dan daya saing, euro akhirnya akan pecah. Ia juga memperkirakan restrukturisasi utang akan terjadi,  hanyalah masalah waktu. Tapi langkah itu tidak akan cukup untuk mengembalikan daya saing dan pertumbuhan. Bila semua itu tidak tercapai, opsi keluar dari kesatuan moneter akan semakin dominan.




Sumber: Strategydesk

Meski potensi tumbuh, Ekonomi AS rentan gejolak Eropa

Ekonomi AS berpeluang tumbuh lebih pesat pada 2012, bila tidak dihantam oleh krisis utang Eropa, menurut hasil survei Associated Press.

Tapi tingkat pengangguran kemungkinan tidak akan jauh dari level saat ini 8,6% sampai Presiden Obama mencalonkan diri lagi pada pilpres pada Nopember 2012 nanti. Sebanyak tiga lusin ekonom  yang disurvei memperkirakan ekonomi akan tumbuh sekitar 2,4% tahun depan. Tahun ini, pertumbuhan diproyeksikan di bawah 2%.

Memasuki penghujung tahun, kinerja ekonomi AS terlihat membaik, seperti ditunjukkan oleh kondisi lapangan kerja. Paling tidak 100.000 lapangan kerja tercipta per bulan selama lima bulan berturut-turut. Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran mencapai level terendah sejak April 2008.

Tren ini mengindikasikan bisnis mulai banyak menarik pekerja dan  mengurangi PHK. Para ekonom yang disurvei pada 14-20 Desember itu memperkirakan 177.000 lapangan kerja bisa tercipta per bulan sampai Pemilu 2012. Angka itu naik dari rata-rata 132.000 per bulan tahun ini.

Dean Maki, chief economist Barclays Capital, mengatakan ekonomi AS masih rentan terhadap gejolak eksternal. Ancaman terbesar datang dari krisis utang Eropa, yang berpotensi memicu bencana finansial seperti 2008. Guncangan ke ekonomi AS, menurutnya, tidak akan terlalu berbahaya bila mampu tumbuh 4-5% per tahun. Tapi bila pertumbuhan terjebak di 2-3%, krisis global bisa meghambat penciptaan lapangan kerja dan menambah pengangguran.

Di luar Eropa, menurut ekonom, masih ada masalah lain yang dapat ekonomi AS tahun depan. Kebuntuan Kongres menjelang pemilu 2012, misalnya, dan even global tak terduga, seperti gejolak Arab, bisa menghambat laju ekonomi. Tiga ekonom mengatakan ketegangan AS dan Iran juga mencemaskan.

Tapi tanpa gejolak luar pun, para ekonom tidak yakin penciptaan lapangan kerja tahun depan dapat mengurangi pengangguran secara signifikan. Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan terjebak di level resesi 8,4% sampai pemilu 2012. Tingkat pengangguran berada di 8,6% pada Nopember lalu.

Sekitar 56% ekonom mengatakan ekonomi akan mendapat dorongan dari kebijakan the Fed. The Fed mengatakan berencana memberlakukan suku bunga rendah sampai pertengahan 2013 bila ekonomi tetap lemah. Mereka yang disurvei juga yakin ekonomi cukup kuat untuk menghadapi kenaikan harga minyak.

Para ekonom memperkirakan ekonomi Eropa akan kontraksi 0,5% pada 2011, dan terjerumus ke resesi. Sebanyak 21 ekonom menyebut Eropa sebagai ancaman bagi ekonomi AS tahun depan. “Bila sampai terjadi krisis menyebar, mengingat besarnya Eropa, bisa menyeret dunia ke resesi, “ kata Allen Sinai, Presiden Decision Economics.




Sumber: Strategydesk

Sentimen konsumen AS Membaik

January 14, 2012

Sentimen konsumen AS naik ke level 74.0 untuk bulan Januari; lebih baik dari prediksi 71.5 dan revisi publikasi sebelumnya 69.9. Sepertinya konsumen AS lebih optimis menyambut tahun 2012 seiring terus membaiknya sektor tenaga kerja. Minggu lalu, data tunjukan kenaikan non-farm payrolls sebanyak 200.000 dan tingkat pengangguran turun ke 8,5% untuk bulan Desember.

Meskipun data sentimen konsumen berikan bukti tambahan akan keberlanjutan pemulihan ekonomiAS; namun, indeks Dow futures tetap terpuruk di zona-negatif setelah data dirilis. Investor sepertinya khawatir dengan ancaman pemangkasan peringkat kredit pemerintah di zona-euro yang dapat terjadi dalam waktu dekat. Indeks Dow futures kini diperdagangkan 12282, jauhi level tinggi harian 12435.



Dari: Berbagai Sumber

Emas Anjlok Akibat Penguatan Dollar AS

Harga Emas terkoreksi turun hari Jumat seiring aksi ambil untung para investor ditambah penguatan dollar menghambat reli harga Emas dari titik tertinggi 4-minggunya.

Sebaliknya indeks dollar AS menguat tajam dan menyentuh rekor tertinggi 16-bulan terakhir, setelah adanya rumor bahwa S&P kemungkinan bakal menurunkan rating kredit sebagian besar negara Uni Eropa termasuk Prancis.

Meski rumor ini belum terkonfirmasi oleh lembaga pemeringkat S&P sendiri, namun para pelaku pasar telah merespon negatif pada sejumlah aset berisiko seperti saham dan mata uang Euro.

Secara teknikal, Emas masih berpotensi terkonsolidasi ke area $1600, dengan resisten terdekat tampak di area $1650 & $1662, sementara support terdekat di areas $1635 7 $1630.



Sumber: Monexnews

Indeks: Alat Evaluasi Strategi Investasi

January 12, 2012

Saat pergantian tahun merupakan saat yang tepat untuk melakukan review atas semua aktivitas yang sudah dilakukan sepanjang tahun, termasuk aktivitas investasi. Berbagai kejadian baik positif maupun negatif pada akhirnya akan berimbas pada tingkat imbal hasil (return) investasi yang diperoleh oleh investor.
Berbagai pertanyaan kritis perlu dijawab agar investor benar-benar mengetahui apakah investasi yang ditanamkan telah berjalan efektif atau sebaliknya. 

Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan antara lain: Apakah imbal hasil investasi saya sudah cukup memadai? Seberapa efektifkah strategi investasi yang sudah dijalankan? Dari jawaban-jawaban yang diperoleh, investor akan tahu bahwa strategi investasinya masih berada di jalur yang benar atau tidak. Dengan demikian investor akan memiliki dasar yang kuat untuk mengambil keputusan investasi yang lebih baik di masa mendatang.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu tentunya dibutuhkan suatu tolok ukur atau acuan yang obyektif sebagai pembanding terhadap tingkat imbal hasil dari kegiatan investasi yang sudah dijalankan. 

Satu diantara alat ukur pembanding yang obyektif, tersedia di pasar dan dapat diakses oleh investor adalah indeks. Ya indeks, marilah kita bahas lebih dalam mengenai indeks dalam kaitannya dengan investasi.

Mengenal Indeks
 
Di dunia pasar modal dan keuangan kita mengenal istilah indeks harga saham, meski sebenarnya indeks bukanlah dimonopoli oleh pasar saham saja tetapi juga digunakan di berbagai pasar lain seperti pasar obligasi maupun pasar valas. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan karena indeks pertama yang digunakan di bidang keuangan dan pasar modal memang indeks harga saham. 

Adalah Charles H. Dow, seorang wartawan rubrik keuangan, yang menjadi orang pertama dalam memperkenalkan penggunaan indeks untuk memantau harga saham Amerika di tahun 1896. Indeks yang diperkenalkannya adalah cikal bakal dari indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), sebuah indeks harga saham yang banyak diacu oleh para pelaku keuangan dunia hingga saat ini. 

Indeks sendiri adalah indikator statistik yang menunjukan besar kecilnya perubahan dari suatu obyek tertentu. Indeks harga saham akan memberikan gambaran mengenai besar kecilnya perubahan harga di pasar saham dalam suatu periode tertentu. Gambaran mengenai seberapa besar pasar obligasi bergerak naik atau turun juga dapat diperoleh dengan mengamati besar kecilnya perubahan angka indeks harga obligasi. 

Sebuah angka indeks dihasilkan dari serangkaian perhitungan yang mengkaitkan antara harga-harga hari ini dengan harga di hari sebelumnya, sehingga diperoleh gambaran bahwa harga hari ini lebih tinggi atau lebih rendah dibanding hari sebelumnya.

Biasanya nama indeks menjelaskan banyaknya instrumen keuangan yang diikutkan dalam perhitungan indeks tersebut, sebagai contoh perhitungan Indeks Harga Saham LQ45 yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia beranggotakan 45 saham yang dianggap paling likuid di bursa saham, dan Indeks Harga Saham Kompas100 merupakan hasil perhitungan dari 100 saham yang dianggap paling menggambarkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. 

Dengan menggabungkan metodologi perhitungan indeks dengan pilihan instrumen pasar modal dan keuangan yang dimasukkan dalam perhitungan tersebut, maka indeks diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi dan arah pergerakan pasar yang mutakhir dari suatu instrumen investasi. 

Semua angka indeks selalui dimulai dari angka 100. Dengan demikian, dengan mengetahui angka indeks yang terakhir, dengan mudah Diketahui seberapa besar kenaikan atau penurunan nilai dari pasar yang digambarkan oleh indeks tersebut. Bila kita mengetahui bahwa Indeks Harga Saham KOMPAS100 ditetapkan pada angka 100 di tanggal 10 Agustus 2002 dan kita tahu angka indeks tersebut di tanggal 10 Agustus 2011 berada di tingkat 881,45, maka kita akan tahu bahwa harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia telah meningkat 8 kali lipat di sepanjang periode tersebut. 

Contoh lain (lihat Ilustrasi 1), bila kita mengetahui bahwa Indeks Total Return Obligasi Korporasi IBPA ditetapkan pada angka 100 di tanggal 4 Januari 2010 dan kita tahu angka indeks tersebut di tanggal 23 Desember 2011 berada di tingkat 123.2311, maka kita akan tahu bahwa pasar obligasi korporasi Indonesia telah memberikan imbal hasil (return) bagi investornya sebesar 23,23 persen di sepanjang periode tersebut.

Indeks sebagai Acuan Evaluasi Investasi

Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa indeks di dunia pasar modal dan keuangan adalah indikator perubahan yang memberikan gambaran tentang apa yang sudah terjadi pasar. 

Dengan demikian kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan di awal tulisan ini. Berbekal Indeks, yang merupakan ukuran obyektif sebagai acuan atau pembanding dari hasil investasi yang sudah diperoleh, maka akan sukses atau tidaknya sebuah strategi investasi dapat diukur secara obyektif. 

Contoh sederhana pengukuran dapat dilihat di Ilustrasi 2. Dalam tampilan grafik tersebut terlihat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (garis warna biru) pada tanggal 23 Desember 2011 menunjukan angka +5 persen, atau bergerak dari angka indeks 3,217.95 pada 23 Desember 2010 dan berakhir di angka 4,195.72 di tanggal yang sama tahun 2011. Sementara di sisi lain, harga saham PT Telkom Tbk. (garis warna hijau) mengalami penurunan harga hingga hampir 10 persen.

Andaikan seluruh dana investasi milik seorang investor hanya dibelikan saham TLKM semata, maka bisa dikatakan investor tersebut mengalami kerugian ganda pada akhir periode tersebut. Kerugian yang pertama adalah bahwa nilai dana investasinya turun hingga hampir 10 persen. Sementara kerugian yang kedua adalah investor tersebut kehilangan kesempatan untuk meningkatkan nilai dana investasinya sebesar hampir 5 persen, bila dibelikan saham selain TLKM dalam periode tersebut.

Berdasarkan evaluasi di akhir periode di atas, dapat disimpulkan bahwa investor tersebut tidak berhasil dengan strategi investasinya. Bahkan bisa dikatakan sebagai “sudah jatuh tertimpa tangga” karena ia mengalami kerugian dari penurunan saham TLKM nya dan tidak menyadari bahwa ada saham-saham lain (diluar TLKM) yang harganya justru sedang naik dengan pesat. Suatu kondisi yang dapat dihindari apabila investor tersebut memahami cara memonitor investasinya dengan menggunakan indeks-indeks yang tersedia di pasar.

Indeks sebagai Alat Monitor Investasi

Investor dalam Ilustrasi 2 di atas sebenarnya jangan menunggu hingga akhir tahun untuk melakukan evaluasi atas aktivitas investasinya. Karena indeks juga merupakan indikator yang cukup efektif untuk membantu investor dalam memonitor investasi yang sedang dilakukan secara berkala.

Andaikan investor tersebut rajin mengamati indeks IHSG setiap bulan dan senantiasa membandingkan dengan harga saham TLKM yg dipegangnya di periode tersebut, maka ia akan sadar pertumbuhan investasi di saham TLKM pada tanggal 11 Maret 2011 sudah turun dn secara terus menerus di bawah rata-rata harga saham yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia.

Di sisi lain, hingga tanggal 11 Maret 2011, IHSG terlihat terus naik secara konsisten. Kenaikan angka indeks itu menunjukan bahwa banyak saham-saham lain (selain saham TLKM) yang harganya justru tengah naik tajam.

Dengan berbekal informasi yang disajikan oleh indeks IHSG, maka investor tersebut dapat mulai mencari saham-saham lain yang menyebabkan indeks IHSG tersebut naik. Caranya adalah dengan mencari daftar saham-saham yang diikutkan dalam perhitungan IHSG, dan mengamati pergerakannya saham-saham yang berpengaruh besar terhadap pergerakan indeks IHSG tersebut.

Dari analisis terhadap saham-saham yang menjadi anggota dalam perhitungan indeks IHSG, investor tersebut akan menemukan saham-saham lain yang berpotensi memberikan keuntungan.  Dan bukan tidak mungkin investor tersebut dapat mengambil keputusan untuk menjual saham TLKM dan membeli saham lain seperti yang terlihat dalam Ilustrasi 3.

Dalam Ilustrasi 3, setelah pengamatan dan analisa mendalam terhadap saham apa saja yang sangat mempengaruhi IHSG, maka investor tersebut memutuskan menjual saham TLKM dan membeli saham ASII di bulan Maret 2011.

Setelah pembelian saham ASII, investor itu juga tetap perlu melakukan benchmarking (membandingkan) harga saham ASII terhadap IHSG secara berkala. Tujuannya adalah agar dapat mengantisipasi bila ada kejadian-kejadian yang mengharuskan investor tersebut untuk kembali mencari saham lain untuk menggantikan saham ASII.

Bila investor tersebut disiplin dalam melakukan evaluasi secara berkala tersebut. Maka pada akhir periode (23 Desember 2011), tidak saja investor tersebut terhindar dari kerugian ganda seperti yang digambarkan di Ilustrasi 2, bahkan sebaliknya investor itu memperoleh hasil investasi yang relatif sangat besar yaitu hampir mencapai 40 persen per tahun.



Dari: Berbagai Sumber

Pebisnis Perlu Nyali

Ada hal yang menarik disimak dari bisnis Trihatma Kusuma Haliman. Pemimpin Grup Agung Podomoro ini tidak sekadar bergerak agresif mendirikan mal, pusat perkantoran, sentra hunian apartemen dan perumahan, tetapi ada sesuatu yang khas dari langgam Trihatma dalam berbisnis.  

Kekhasan itu tidak sekadar ditunjukkan dengan produk yang bermutu dan selalu laris manis di pasaran, tetapi karena grup usaha ini memiliki hal tipikal yang membuatnya masyhur, yakni nyali, elan, dan moral.
Para penyuka mal tentu masih ingat bahwa pada era 1990-an sampai era 2000-an Plaza Senayan menjadi salah satu plaza atau mal terbaik di Indonesia. Di dekat Plaza Senayan, dalam hitungan ”sepelemparan batu”, tegak tiga pusat belanja yang bukan kelas ”kalengan”. Namun, Plaza Senayan sulit disaingi. Ia tetap berada di panggung elite Indonesia. Pengunjung rela antre berbelanja, makan, ngupi-ngupi, dan bahkan cukur rambut. 

Dengan latar belakang seperti ini, mengapa Anda membangun Senayan City? Tidak takut tergulung?
Saya justru melihat peluang sangat terbuka di situ. Bayangkan, di Plaza Senayan, pengusaha yang hendak membuka gerai baru mesti antre panjang, entah kapan mendapat giliran masuk plaza tersebut. Sejumlah penghasil produk premium membuka gerai di plaza papan atas tidak sekadar karena ingin komoditasnya laku, tetapi juga untuk menunjukkan mereka berada di panggung prestisius. 

Kami tidak giris dengan kondisi itu. Kami membangun Senayan City dan dibuka Juni 2006. Letaknya persis di seberang Plaza Senayan. Luas area malnya tidak tanggung-tanggung, 78.000 meter persegi (total area bangunan 238.000 meter persegi). 

Banyak kalangan mempertanyakan ”hitungan bisnis” Anda. Magnet apa yang hendak digunakan untuk menarik pengunjung? Areal mal yang luas tidak mudah diisi para pebisnis.
 
(Tertawa). Saya selalu berpikir optimistis. Menurut survei sederhana yang dilakukan tim kami, ada fakta bahwa warga Jabodetabek dan warga Indonesia di provinsi lain yang datang ke Jakarta masih membutuhkan mal bermutu. Saya merasa terajak masuk ke panggung kompetisi bisnis mal. Saya percaya kepada rahmat Tuhan, pun percaya bahwa dengan strategi bisnis yang baik, langkas bekerja, kerja tim yang harmonis, keinginan meraih mal yang baik akan terwujud. 

Ada yang Anda tekankan?
 
Saya menggarisbawahi aspek nyali. Bagi saya, konsep bisa bagus, tim bisa kuat, jaringan bisa luas, tetapi tanpa nyali, tanpa elan, semua aspek besar itu tidak akan berarti apa-apa.
Jangan pernah abaikan aspek nyali. Senayan City kini bersinar terang dan ramai. Antrean untuk membuka gerai usaha cukup panjang. Dalam pertemuan properti di Singapura dan Shanghai baru-baru ini, Senayan City menjadi salah satu mal yang ramai dipercakapkan karena dipandang memberi nuansa baru. 

Senayan City menjadi tonggak baru bagi Agung Podomoro Group?
 
Bisa juga disebut begitu, sebab begitu Senayan City sukses, kami membangun Mall of Indonesia (MOI). Mal ini dibangun juga dengan nyali, sebab di sekitarnya terdapat setidaknya dua mal besar, yakni Mal Kelapa Gading dan Mal Artha Gading. Yang kemudian terjadi, MOI juga meraih pangsa besar dalam kancah mal di area regional. Dengan MOI, kami ingin membawa keriangan dalam mal. Kami pun seolah ingin memberi tahu publik bahwa di samping panggung belanja, makan, dan bisnis, ada sisi lain dari mal, yakni arena bermain untuk anak-anak, remaja, dan bahkan kalangan dewasa. Ajakan inilah yang membuat MOI ramai. 

Setelah MOI?
 
Kami tidak bisa berhenti, tidak ingin momen emas itu lesap. Kami membangun mal baru, Central Park. Pembangunan mal ini menimbulkan tanda tanya sebab dibangun di antara dua mal yang ramai, yakni Mal Taman Anggrek dan Mal Ciputra. 

Seperti dugaan kami, Central Park yang dibuka pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 ini segera merebut hati publik Indonesia. Publik suka dengan mal yang tegak di areal seluas 125.000 meter persegi itu. Mereka merasa tersihir oleh area hijau seluas 1,5 hektar. Dan hal yang menggetarkan, Central Park menjadi primadona properti Asia dalam bersaing dengan mal-mal yang ada di belahan dunia lain, di Shanghai beberapa bulan lalu. 

Saya tidak ngecap lho. Tetapi lihatlah sendiri, taman Central Park menggenggam pesona. Ratusan pohon elok hidup berdampingan dengan air mancur spektakuler. Adapun enam kolam ikan koi bagai telaga kecil yang siap menyedot keresahan manusia. Di beberapa titik, terdapat arena bermain yang menyenangkan. Ada pula belasan barisan tempat duduk panjang yang memungkinkan warga Jakarta belajar atau bekerja dengan laptop atau iPad-nya di situ. Kalau letih belajar, sesekali pandanglah pohon stopedia dan trembesi yang sungguh rindang. Damai terasa menyelusup ke pedalaman sukma. 

Anda terkesan gencar membangun apartemen. Mengapa?
 
Benar. Kami sudah membangun 220 menara apartemen, 8 mal, 36 gedung perkantoran. Mimpi kami adalah membangun ”kota dalam kota” dalam skala besar. Maka kami membangun sejumlah superblok yang spektakuler. Superblok di Central Park misalnya, yang menggunakan nama Podomoro City. Di ”kota” dengan luas 9,7 hektar itu terdapat pusat bisnis menengah sampai raksasa. Ada mal, sentra perkantoran. apartemen. Ada pula sekolah, pusat olahraga, kesehatan, rehabilitasi medik, pusat belanja, sentra restoran, rumah makan sederhana, kantor-kantor pemerintah. 

Dengan segenap fasilitas itu, kami ingin warga mengurangi jumlah bepergian, memotong perjalanan. Untuk merengkuh semua lokasi, cukup dengan berjalan kaki atau bersepeda. 

Formula ”kota dalam kota” saya yakini akan sangat mengatasi kemacetan. Pun hemat energi, irit bahan bakar, tidak menambah polusi dan tidak menimbun stres. Saya lega sudah membangun setidaknya tujuh ”kota dalam kota”. Dalam satu kota, bisa terdapat hunian puluhan ribu warga, tergantung besaran ”kota dalam kota tersebut”. 

Dari formula ini lalu muncul pertanyaan, apakah dengan demikian warga yang bekerja di Jakarta sebaiknya tinggal di Jakarta. Warga yang bekerja di Bogor sebaiknya tinggal di Bogor?
 
Untuk berdomisili di Bogor, tetapi lebih suka bekerja di Jakarta adalah hak warga. Begitu pula berdomisili di Depok, Bekasi, bahkan Cianjur, tetapi memilih bekerja di Jakarta juga menjadi hak setiap warga. Bagi saya, megasuperblok atau ”kota dalam kota” itu hanya sebuah tawaran atau sebutlah gugahan untuk hidup dan bekerja lebih efisien. Konsep itu bisa juga berupa ajakan, sebab alangkah indahnya kalau waktu tiga sampai empat jam yang biasa dihabiskan untuk perjalanan ke kantor atau pulang kantor digunakan sebaik-baiknya untuk bekerja, berolahraga, atau bahkan mendengar musik atau mendengar kicau burung lebih lama. 

Bicara tentang Anda, kapan mulai meniti karier di Agung Podomoro?
 
Ketika pulang dari sekolah arsitektur di Kaiserslautern, Jerman, 1973, saya langsung terjun ke lapangan. Saya ikut menyekop campuran semen, menyusun batu, memasang atap, makan bersama dengan para tukang. 

Anda menyukai detail pekerjaan. Mengapa?
 
Iya, saya menganggap itu aspek yang amat penting. Kita kan terbiasa bicara besar, tetapi lupa pada detail-detailnya. Maka, setiap hari saya menyempatkan diri datang langsung ke lapangan dan menyapa para staf. Saya tidak mau hanya menyuruh, tetapi menanyakan kebutuhan mereka. Mesti ada upaya lebih menyejahterakan karyawan. Dialog dengan karyawan juga asyik. Bisa dapat banyak masukan. 

Anda menyukai percakapan yang menyentuh masalah moral dan hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan. Ada peristiwa yang berkesan?
 
Sebetulnya tidak juga. Saya acap bicara moral semata karena ingin menekankan moral tinggi dan etik dalam bekerja. Saya pun mengajak para staf untuk menghargai pertemanan. Mau mendengar teman berkeluh-kesah, bersimpati kepada kaum papa. Kalau perlu bangun rumah untuk mereka. 

Saya kerap menggamit staf untuk melihat rumah-rumah penduduk seluas dua kali dua meter atau kawasan marjinal di tepi sungai. Kita harus membantu mereka agar suatu saat mereka memiliki rumah layak huni. Bukankah kita sama dengan mereka, yang bisa sakit, menangis, terbahak-bahak. 

Ada yang hendak Anda sampaikan?
 
Oh, ya, saya hendak menekankan pentingnya harmoni keluarga. Bagi saya, kalau staf hidup harmonis, pekerjaannya akan keren. Sebaliknya kalau staf suka ribut di dalam keluarga, pekerjaannya pasti tidak beres. Dalam soal begini, saya tidak main-main. Saya bisa memberhentikan seorang eksekutif tingkat tinggi yang ketahuan menelantarkan istri. 

Marilah kita jujur, kalau kita pening, kepada siapa kita ajak bicara. Tentu kepada orang terdekat kita, yakni istri dan anak-anak. Kita stres dengan pekerjaan, ada istri yang datang menyapa kita dengan senyumannya yang menyejukkan. Di bola mata istri, kita melihat telaga yang melegakan, di situlah kita berlabuh.




Sumber: Kompas

Jangan Abaikan Utang

January 06, 2012

Seorang pengusaha besar duduk gelisah di ruang tamu direktur utama sebuah bank badan usaha milik negara. Ia sudah duduk 4 jam 30 menit, tetapi sang dirut bank belum juga menerimanya. Padahal, ia ditemani seorang pejabat negara yang berpengaruh.

Tatkala usahawan ini sudah berada di puncak kegelisahan, datanglah sekretaris dirut itu menyampaikan bahwa atasannya sudah keluar kantor karena mendadak dipanggil seorang menteri. Dengan langkah gontai, pebisnis itu kembali ke kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Pejabat berpengaruh itu menyatakan, ia sebetulnya sudah menggunakan namanya sebagai tameng, berikut ”aspek pertemanan” dengan dirut tersebut. Akan tetapi, upayanya membantu usahawan itu mendapat kredit baru gagal.

Pejabat negara itu mengakui, sebetulnya ia setengah hati membantu usahawan besar tersebut. Namun, kalau akhirnya ia lakukan juga, itu semata karena letih dibujuk-bujuk. Faktor lain, usahawan tersebut temannya semasa di sekolah dasar. Terus terang ia akui, ia bisa memahami mengapa dirut itu itu menghindar bertemu. Pertama karena utang pengusaha besar tersebut di bank BUMN itu sudah Rp 1 triliun. Kalau masih ditambah utang baru, bakal sangat merepotkan. Apabila kelak timbul masalah hukum, dirut itu termasuk yang akan diperiksa penyidik. Kedua, ia ingin mengeluarkan temannya dari kesulitan sekaligus mengarahkannya menjadi usahawan ”yang benar dan lurus”.

Kasus ini merupakan kasus ”biasa” dan kerap terjadi. Banyak debitor berusaha menghindar membayar utang, termasuk mengelak membayar pajak secara penuh. Terjadilah upaya menyuap aparat, membuat laporan keuangan tidak benar, dan sebagainya. Bagi usahawan golongan sesat, sukses tidak bayar pajak dan utang adalah kebanggaan besar.

Sebaliknya, bagi usahawan golongan putih, bayar utang adalah bagian dari martabat, reputasi, integritas, dan menjaga kesehatan perusahaan. Tidak bayar utang dan gagal bayar utang hanya membuat aib. Si pengusaha tidak lagi merasa gagah di depan publik. Ke kantor, malu kepada staf. Ke ruang publik, malu bertemu teman. Ke bank, takut ditagih dan khawatir terjadi penyitaan aset. Semua jadi serba salah.

Usahawan yang bersedia membayar utang umumnya dari generasi pertama dan generasi kedua yang moralnya terjaga baik karena masih menggenggam spirit saudagar tulen: membayar utang sama dengan menjaga harga diri. Tidak bayar utang sama dengan tidak memiliki harga diri.

F Widjaja, salah seorang usahawan besar di Tanah Air, menyebutkan, membayar utang merupakan salah satu elemen paling penting dalam kultur berbisnis. Membayar utang, betapapun sulitnya, harus dilakukan. Jika dipandang perlu, jual seluruh aset perusahaan untuk membayar utang.

Dalam bisnis, kata Widjaja, seseorang tidak akan dipercaya pebisinis lain kalau enggan membayar utang atau gemar membuka cek kosong. Padahal, kita tahu, reputasi dan integritas tinggi adalah harga mati dalam dunia bisnis. Lagi pula, lanjutnya, mengapa ingin menjadi pebisnis yang tanggung. Mengapa tega merusak diri sendiri. Sebab, meski ”hanya” ngemplang utang dua-tiga kali, lalu kehilangan nama baik. Reputasi bisnis menjadi hancur. Ini sungguh suatu perbuatan yang tidak pantas. Harga yang harus dibayar dari ketidakjujuran ini terlampau mahal dan menakutkan.

Pengembang terkemuka Indonesia, Ciputra, menyampaikan hal yang sama. Menurut usahawan ini, membayar utang merupakan cermin tingginya martabat dan moral. Begitu kita bermain-main dengan urusan moral ini, bukan saja nama baik hancur, melainkan juga mitra bisnis enggan berhubungan dengan kita. Pada ujungnya, kita bahkan akan terkucil dan termarjinalkan.



Sumber: Kompas

Making Plans for the Year

January 04, 2012

Did you make any forex related New Year’s Resolutions? If so, was it simply “make money in forex” or something a bit more detailed than that?

2012 already began but it’s definitely not too late to make some plans for the new year.

Getting into details means setting monthly goals. This should not be limited to the amount of money you make every month, but should also consist of other goals.

But before discussing such monthly checkups, the bigger question is: What do you want to achieve in forex trading? Do you want an occasional extra income? Do you  want to make some money for a vacation? Do you want to become a pro?

A more definitive goal for 2012 can then help you break down the resolution into quarterly or preferably monthly milestones – points where you check up on your performance in various fields and move on from there.
  • Number of monthly trades: In order to stay on track you can define a range of monthly trades. Going below this range means you’ve neglected forex trading. Going above the range is worse: it means that you got addicted. Checking the number of trades on a monthly basis can certainly keep you balanced.
  • Position sizes: A more detailed resolution can be to stick to position sizes for the month, and change the sizes only once per month / once per quarter. This will help you stay balanced and also provide guidance for moving forward: if you had success for several months, perhaps you can increase position sizes.
  • Money management: You can include a checkup on your money management behavior, current state of the account and similar issues on a monthly basis.
  • Trade plan: The same goes rules work for the trade plan. Every plan needs occasional tweaking and some need to be totally replaced. One or two trades aren’t enough. This is probably something you already do, but it’s worth mentioning and emphasizing that one or two trades aren’t enough to make a judgment.
Do you have a plan for 2012?

5 Hal Penting Sebelum Open Market

January 03, 2012

  1. Nilai tukar euro atau EUR menguat terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari Selasa. Valuta tunggal menguntit kinerja bursa saham Eropa dan Asia di awal pekan. GBP bergerak ranging dikisaran 1.5499/1.5525 di sesi Asia, terakhir dekat harga pembukaan di area 1.5510 mengikuti konsolidasi disekitar level 1.5500.
  2. Bursa saham Korea Selatan atau KOSPI naik 1.6% menjadi 1,855.76 poin. Indeks dibuka naik 1.11% menjadi 1,846.56 poin. Hang Seng menguat setelah mengalami libur, hari Selasa, dengan indeks Hang Seng yang melonjak 1.7% menjadi 18,745.98 di awal perdagangan.
  3. Futures logam mulia ini melonjak pada hari Selasa seiring pelemahan mata uang dollar. Kontrak Minyak mentah AS mengalami kenaikan hari Selasa terkait kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara barat akan mengganggu persediaan minyak mentah.
  4. Tahun 2011 memang menjadi salah satu periode perdagangan paling bergejolak dalam sejarah. Pergerakan harga aset saham Wall Street selalu naik turun, digerakkan oleh berbagai sentimen dari penjuru dunia.
  5. LDk Solar Co berencana untuk membeli Sunways AG, dengan memberikan perusahaan pembuat panel surya terbesar kedua di China untuk akses teknologi baru dan jaringan distribusi di dunia industri tenaga surya terbesar dunia.

Sumber: Monexnews

Emas Anjlok Akibat Kesulitan Funding Perbankan Eropa

December 28, 2011

Baru saja dilaporkan deposit perbankan Eropa pada ECB menyentuh rekor tertinggi, hingga sebesar 452 milyar Euro pada bank sentral. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada keengganan untuk saling memberikan pinjaman pada bank lain, yang mencerminkan kesulitan funding meskipun ECB telah memberikan suntikan likuiditas pekan lalu.

Faktor diatas mengakibatkan nilai mata uang Euro anjlok bersamaan dengan komoditas Emas yang terpuruk dibawah $1585 sejauh ini. Indeks dollar AS sendiri berbalik menguat, yang turut menjadi katalis negatif terhadap Emas.

Secara teknikal Emas masih dalam downtrend yang telah berlangsung selama 6-minggu pada grafik Daily, terutama setelah harga anjlok dibawah MA 200-day di area 1585, seharusnya memicu momentum bearish Emas lebih lanjut mengincar target $1569 & $1562.50 di jangka pendek. Di sisi atasnya, level resisten terdekat tampak di area $1595 & $1600. Namun selama harga bertahan dibawah area $1615, harga Emas masih cenderung melorot.

Invest in GOLD - You could double your money every 6 months

December 26, 2011


As gold topped $1000 recently, the news became front-page across the country, and radio and TV financial programs led off talking about the price of gold. Invariably, all noted that gold had reached nearly a two-decade high. Yet it is doubtful any of the reporters assigned to the story really grasped the importance of gold topping $1000.

Further, few reports dared suggest that the price of gold could climb still higher. Gold stands a good chance of seeing higher prices before the inevitable price correction, which always follows such a strong move.

Most reports saw $1000 gold as a novelty, not the ominous sign that something is drastically wrong with the state of financial affairs in the United States. The truth: gold is responding to profligate spending in both the government and the public sectors. Further, gold is rising because of the massive inflation by the Federal Reserve under Alan Greenspan. Let's take a brief glance at only one reason for gold's jump above $500: federal spending.

The federal government now has more than $8 trillion in official (on the books) debt. Only three years ago, gross public debt stood at $6 trillion. For those calculating, that is a one-third debt increase in only three years. The United States took 226 years to run up a debt of $6 trillion. In three years, an additional $2 trillion was tacked on.

According to The Privateer, present projected spending will push the official debt to $11 trillion before the end of Bush's second term. If this becomes reality, in only eight years the official federal debt will have nearly doubled. Additionally, there are the "off-books" liabilities.

Unfunded U.S. government liabilities—Social Security, Medicare, Medicaid, military pensions, federal workers' pensions, and other promise such as picking up the tabs for bankrupt corporate pensions—will reach $50 trillion by the end of the year and climb to $70 trillion by the end of Bush's second term.

The official debt is the accumulation of years of federal deficit spending. This fiscal year's deficit (October 1, 2005 thru September 30, 2006) is projected to be $521 billion. Deficit spending looks to get worse.

Pulling statistics from the respected Congressional Budget Office's January report on the federal budget and economy, Citizens for Tax Justice show annual deficits under Bush policies skyrocketing to $1.164 trillion by 2015. These projections are seven times the Bush administration's numbers because the White House assumes, among other things, that current tax cuts "sunset," that Iraq and Afghanistan expenditures will suddenly end, and that federal appropriations will "plummet" as a share of the economy.

The Congressional Budget Office forecasts that by 2013 "the government is likely to be spending more to pay interest on the debt than on all domestic appropriations put together." Any wonder the price of gold topped $1000?

It appears unlikely that the problem of deficit spending will be addressed any time soon in Washington. Sadly, our lawmakers do not yet even see it as a problem. While it is true that Democrats never miss an opportunity to carp about Bush's refusal to "roll back" his tax break for "rich Americans," the Democrats would be as quiet as church mice if the deficit spending were for welfare programs. Either way, the results would be the same: continued deficit spending.

The way gold topped $1000 was a big deal because the price of gold is the thermometer for the health of a nation's currency. A rising price for gold suggests a fever is building. However, the reporting suggests that few reporters understand the United States is infected with a deadly virus, not a common cold.

Perlindungan Nasabah: Bagaimana Seharusnya?

December 20, 2011

“Perlindungan Masyarakat Nasabah” tiba-tiba menjadi sebuah mantera di industri perdagangan berjangka. Diucapkan berulang-ulang, berapi-api, menggetarkan, terdengar heroik, tapi tetap tak jelas. Intensitas penggunan slogan tersebut berkorelasi positif dengan semakin menumpuknya kasus yang terungkap di insustri ini, baik yang berasal dari pengaduan nasabah maupun hasil temuan audit yang dilakukan terhadap pelaku pasar.

Varian pelanggaran pun semakin beragam. Mulai prilaku kotor seperti menyampaian laporan palsu, menyalah-gunakan dana nasabah, sampai penipuan yang terokordinasi. Fakta menunjukkan masih banyaknya commission houses yang melakukan bucketing atau menjadi bandar melawan nasabahnya. Fakta menunjukan banyaknya calon pialang yang telah melakukan transaksi sebelum izin usaha diperoleh dari Bappebti. Fakta lain lagi adalah banyaknya pialang berizin yang tetap mengmbil posisi dalam bertransaksi. Tidak diterapkannya prinsip know your customers, menimbulkan perselisihan antara nasabah dan pialang tentang keabsahan suatu transaksi dan konsekuensi keuangannya. Semakin marak pula pelanggaran administratif seperti operasi kantor cabang pialang yang persetujuannya masih dalam proses, tenaga pemasaran yang tidak memiliki izin wakil pialang dan penggunaan tenaga kerja asing.

Pemberitaan seputar kasus kasus itu telah menjadi “promosi gratis” paling gencar industri perdagangan berjangka di tanah air. Tak berlebihan menyatakan bahwa industri perdagangan berjangka menjadi terkenal secara notorious

Boleh jadi, merebaknya kasus-kasus semacam itu merupakan ongkos pembelajaran yang harus dibayar oleh industri ini untuk menjadi well functioning market yang dewasa dan terpercaya. Juga tak perlu berkecil hati, karena fenomena itu bukan unik pengalaman Indonesia. Ia terjadi praktis di semua emerging markets

Persolan menjadi serius ketika penanganan terhadap kasus kasus tersebut oleh otoritas tidak memiliki pola yang bisa diprediksi, dan sebagian besar dilakukan secara tertutup. Perosalan menjadi serius ketika keputusan yang diambil atas nama perlindungan masyarakat, ternyata merugikan masyarakat. Keputusan atas nama perlindungan nasabah berakibat nasabah menderita kerugian, kehilangan kesempatan bertransaksi atau kehilangan uang sama sekali.

Atas nama perlindungan nasabah izin usaha pialang dipersulit dan harus menunggu berbulan-bulan. Padahal lambatnya proses perizinan merupakan faktor utama calon pialang melakukan transaksi gelap. Sebuah perusahaan, sejak awal pendiriannya telah memikul biaya pra operasi. Keterlambatan proses perizinan membuat perusahaan tersebut mengalami financial bleeding ber-bulan-bulan. Untuk menutup biaya itu, di tengah ketidak-pastian, pilihan paling sederhana adalah melakukan aktivitas transaksi secara diam-diam.

Atas nama perlindungan nasabah, jumlah kantor cabang dibatasi dan persetujuannya dipersulit. Padahal kantor cabang merupakan pintu masuk nasabah ke dalam industri sekaligus berfungsi sebagai ujung tombak pelayanan. Dari segi kalkulasi bisnis, pembukaan kantor cabang tentu dimulai dari kelayakan ekonomis terlebih dahulu, sebelum pengajuan persetujuan, dan tidak mungkin sebaliknya. Tidak jelasnya prosedur dan waktu untuk memperoleh persetujuan cabang (terkadang menunggu hamper satu tahun), merupakan trigger suatu cabang pialang melakukan operasi sebelum memperoleh persetujuan.

Atas nama perlindungan nasabah, cabang pialang yang telah memperoleh persetujuan harus ditutup karena lebih banyak dari kuota yang ditetapkan. Kita tak pernah merumuskan penutupan dapat dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan nasabah yang selama ini dilayani melalui cabang-cabang tersebut. Belum lagi pertimbangan investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan pialang (satu cabang membutuhkan investasi rata-rata Rp 2 miliar) yang akan gone for nothing.

Atas nama perlindungan nasabah izin wakil pialang nyaris tertutup. Likuiditas transaksi adalah fungsi langsung dari trading population. Karena itu, kekuatan industri ini antara lain terletak pada tersedianya jaringan yang memungkinkan nasabah mendapat akses dengan mudah, murah, nyaman dan terpercaya. Profesi wakil pialang merupakan pemegang simbol kompetensi dan integritas pialang. Ketika pintu untuk ambil bagian dalam profesi ini ditutup, maka penggunaan tanaga marketing yang bukan wakil pialang akan semakin menjamur.

Atas nama perlindungan nasabah, peluncuran kontrak-kontran baru menjadi sangat sulit dan time consuming. Padahal penciptaan produk adalah aliran darah industri perdagangan berjangka. Lemahnya respons kita terhadap tuntutan perkembangan pasar merupakan penyebab pialang melakukan transaksi yang tidak dilaporkan.

Kalau saja kita tak terlalu angkuh untuk berdialog dengan masyarakat nasabah, kita akan tahu bahwa nasabah itu hanya menuntut dua bentuk perlindungan yang sederhana: Kepastian hukum bahwa dananya tidak disalahgunakan sehingga dapat diperoleh kembali setiap saat ia menutup posisinya dan kepastian hukum bahwa transaksi berlangsung secara fair dan adil.

Dalam konteks itu, dalam memandang peran otoritas, saya memilih belajar dari Richard C. Breeden, Former Chaiman of US SEC yang menyatakan: “United States regulatory system has for the most part seen its job over generations as combating the abuses in the market without trying to go too far in the direction of limiting the market’s ability to offer both low and high risk investment”

Apa itu Sistem Simulasi Nasional dari BBJ (Bursa Berjangka Jakarta)?

Kata simulate, sebuah kata kerja, oleh kamus Longman diberi arti sebagai "to give the effect or appearance of", sementara simulated, sebagai ajektiva dari kata tersebut diberi makna sebagai "made to look, feel, etc like the real thing". Dalam kamus Inggeris -Indonesia Echols & Shadily, simulation - yang ini kata bendanya - diberi arti sebagai pekerjaan tiruan.

Simulasi meruapakan upaya memahami dan mencerna realitas melalui situasi artifisial. Setiap kegiatan yang membutuhkan latihan motorik untuk membentuk habit, - sebut misalnya pekerjaan pilot, tentara, dokter dan trader di bursa - akan sangat terbantu oleh kegiatan simulasi. Semakin mirip kegiatan simulasi dengan kegiatan riilnya, semakin efektif hasil simulasi tersebut.

Transaksi di bursa adalah kegiatan yeng membutuhkan latihan motorik. Tidak cukup dengan pemahaman konseptual dan kemampuan analisis. Karena itu, transaksi di bursa tidak cukup bila hanya dilakukan di kelas-kelas steril dengan menggunakan text-book. Pada dataran paling sederhana, simulasi melatih seorang investor untuk tidak perlu berpikir tentang urut-urutan kergiatan pisik dalam pelaksanaan transaksi, karena ia sudah menjadi refleks otomatis seperti pekerjaan seorang supir. Pada dataran yang lebih subtil, setiap spekulan harus mengasah naluri (guts) dalam setiap pengambilan keputusan investasi.

Salah satu persoalan terbesar transaksi derivatif di Indonesia adalah terbujuknya masyarakat untuk bertransaksi sebelum mereka mengerti apa dan bagaimana perdagangan berjangka. "Para korban bujukan itu" tidak sadar bahwa sebagai spekulan mereka menghadapi potensi risiko yang besar, mereka tidak tahu tingkah laku underlying asset yang menjadi acuan instrumen derivatif tsb. Mereka tidak mengetahui darimana keuntungan dan kerugian itu berasal. Bahkan mereka tidak tahu bagaiamna mekanisme transaksi terjadi dan bagaimana memahami posisi terbuka dan posisi equity mereka.

Karena itu, sering saya tulis, pengembangan suatu bursa tidak bisa lain kecuali projek jangka panjang. Pada satu ujung, tidak ada jalan pintas dalam edukasi. Perlu tahapan. Pada ujung lain, tidak ada satu bursa pun yang mampu membangun infrastrukturnya sekaligus. Di sini pun perlu tahapan.

Salah satu upaya edukasi yang menurut saya paling efektif adalah melalui simulasi. Mengajar seorang anak berenang lebih efektif dimulai dengan "nyemplung" ke kolam dangkal ketimbang mulai dengan teori berenang di kelas Atas pertimbangan itu, BBJ mencoba mengembangkan sebuah sistim simulasi nasional perdagangan berjangka, yang menurut rencana akan mulai berfungsi awal April tahun ini. Masyarakat yang serius ingin masuk sebagai pelaku perdagangan berjangka, dapat memulai terlebih dahulu dengan simulasi. Mereka yang cuma sekedar memenuhi rasa ingin tahu, dapat pula ikut serta bermain.

Sistim simulasi ditargetkan untuk memenuhi sekurangnya lima sasaran. Pertama, menyediakan arena percobaan sebelum seorang pemodal / nasabah melibatkan diri dalam transaksi riil. Transaksi perdagangan berjangka tidak mudah dipahami dengan hanya penjelasan verbal. Dalam konteks ini simulasi memberikan kepada calon pemodal pengalaman riil seluruh aspek transaksi, mulai dari pengetahuan kontrak, prosedur pembukaan rekening, pelaporan, membaca posisi ekuitas dll, tanpa harus melibatkan risiko riil

Kedua, sistim simulasi merupakan sarana sosilalisasi yang paling efektif. Karena sistim simulasi dirancang dengann teknologi on line, ia bisa menjangkau sasaran tanpa batasan geografis sepanjang bisa diakses melalui internet.. Ketiga, sistim simulasi dapat dimanfaatkan untuk mengail umpan balik dalam rangka penyempurnaan spesifikasi kontrak, yang memang harus dilakukan secara terus menerus untuk merespons perkembangan pasar. Keempat, simulasi juga memberikan umpan balik tentang kendala-kendala yang dihadapi serta upaya penyempurnaan sistim, sarana dan teknologi perdagangan riil. Kelima, simulasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana testing the water dalam meneliti animo masyarakat dan potensi pasar pada setiap rencana peluncuran kontrak baru.

Tentang Likuiditas Kontrak Berjangka

"Likuiditas suatu kontrak berjangka sepenuhnya tanggung-jawab Bursa" demikian pernyataan resmi petinggi Bappebti. Bukan main! Prestasi atlet Indonesia yang hancur-hancuran di Asian Games lalu, sepenuhnya tangung jawab pengelola Gelora Senayan. Kalau analogi ini dipegang maka KONI cukup menaikan anggaran saja setiap tahun, tak perlu mencari bibit unggul, tak perlu memacu atlet berlatih keras, tak perlu jadual kompetisi teratur, tokh prestasi atlet bukan tangung-jawab organisasi ini. Menteri Pemuda dan Olahraga, bisa melanjutkan tidur siangnya, tak perlu lelah berpikir tentang kebijakan yang kondusif, karena pejabat negara ini tidak bertanggung-jawab atas prestasi atlet Indonesia yang kini berada di titik nadir.

Saya tiba-tiba ingat ucapan Jean Marais kepada Minke. Yang disebut belakangan itu adalah tokoh utama dalam buku pertama tetralogi Pramoedya Ananta Toer Bumi Manusia. "Orang terpelajar itu harus sudah bersikap adil mulai dari pikiran" Demikian Jean Marais. Tapi sudahlah. Rambut boleh sama pirang, isi otak belum tentu sama keriting.

Likuiditas memang sagalanya dalam perdagangan berjangka. Tidak ada likuiditas, tidak ada perdagangan berjangka. Peningkatan likuiditas memang wajib merupakan salah satu titik tekan program bursa apapun. Namun di bursa berjangka, likuiditas punya posisi sangat menentukan. Di bursa efek, hampir seluruh instrumen perdagangan seperti saham, obligasi, bukti right, warrant dan convertible securities diterbitkan oleh emiten. Ada atau tidak ada transaksi, instrumen telah tersedia di pasar. Dalam transaksi derivatif, instrumen diciptakan oleh para investor itu sendiri. Tidak ada transaksi, tidak ada instrumen. Spesifikasi kontrak tak lebih dari protokol yang dirancang bursa untuk memungkinkan para pemain menciptakan instrumen dengan mudah dan nyaman

Likuiditas adalah fungsi dari trading population. Persolan likuiditas adalah persoalan menarik sebanyak mungkin atlet berlaga di stadion. Pertanyaan yang relevan dengan peningkatan likuiditas adalah siapa dan dengan cara bagaimana menarik atlet masuk satadion. Mari kita mulai dengan jenis permainan. Siapa yang menentukan jenis permaninan yang boleh dilombakan di stadion? Kalau kita mengetahui bahwa masyarakat sangat hobi main kasti, tapi otoritas hanya mengizinkan permainan voli, akibatnya permainan menjadi sepi, lalu siapakah yang bertangungjawab? Lalu kalau klub-klub yang dikoordinir oleh KONI tidak bersedia menarik pemain potensial karena bayarannya tidak lukratif secara ekonomis, pengelola stadionkah yang bertanggungjawab?

Bursa adalah fasilitator, bukan market creator. Undang-undang melarang bursa memiliki Nasabah. Undang-undang melarang bursa mebujuk orang untuk bertransaksi di perdagangan berjangka. Bursa tidak boleh merekomendasikan seorang pun untuk mengambil posisi long atau short atas suatu kontrak yang difasilitasinya. Bursa bahkan tidak boleh mempublikasikan prediksi bahwa harga CPO akan naik, harga emas akan turun dan semacamnya.

Bursa, dalam perannya sebagai fasilitator, tentu saja berkewajiban melakukan upaya-upaya peningkatan likuiditas. Kewajiban demikian sejatinya merupakan natural obligation. Bukan saja karena hidup mati bursa secara finansial ditentukan oleh tingkat likuiditas, lebih dari itu, legitimasi makna keberadaan sebuah bursa berjangka ditentukan oleh ada atau tidaknya likuiditas transaksi. Tanpa likuiditas price discovery tidak berfungsi dan harga yang terbentuk tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Tanpa reliable price, hedging tidak bisa dilakukan. Dan spekulasi menjadi judi!

Paling tidak ada tujuh faktor yang bisa mepengaruhi likuiditas, yang seluruh atau sebagiannya berada di dalam kendali sebuah bursa berjangka. Faktor itu adalah: Spesifikasi kontrak yang aspiratif terhadap kebutuhan pasar; akses pasar yang mudah dan nyaman; sofistikasi teknologi; biaya transaksi yang ekonomis (terbatas pada fee yang dipungut dari transaksi, yang besarnya sekitar 1% dari komisi pialang), proteksi finansial (terbatas pada sistim peringatan dini); mekanisme transaksi yang transparan dan harga yang terpercaya (terbatas pada teknologi dan pengawasan). Bagaimana masing-masing faktor meningkatkan peluang terciptanya likuiditas, insyaallah kita bahas pada kesempatan lain.

Latest News

Advertise

SHARIA STORE
 

© Copyright KABAR MARKET 2011 | Powered by Blogger.com.