Jakarta
Tokyo
London
New York
Sydney
Latest News :

Popular Posts

Showing posts with label warren buffet. Show all posts
Showing posts with label warren buffet. Show all posts

Buffett to Republicans: if you pay, so will I

January 14, 2012

Warren Buffett is willing to put his money where his mouth is, if only congressional Republicans would join him.

The American billionaire investor, in the new issue of Time magazine, says he would donate $1 to paying down the national debt for every dollar donated by a Republican in Congress. The only exception is Senate Republican leader Mitch McConnell - for whom Buffett said he would go $3-to-$1.

The idea stems from a New York Times opinion piece Buffett wrote last August in which he said the rich ought to pay more taxes. It sparked an instant controversy, with some Washington conservatives calling on the 81-year-old "Oracle of Omaha" to voluntarily pay extra.

McConnell said at the time that if Buffett felt "guilty" about paying too low a tax rate, he should "send in a check." This was quickly followed by introduction of a bill to give taxpayers an option on tax forms to make voluntary donations.

"It restores my faith in human nature to think that there are people who have been around Washington all this time and are not yet so cynical as to think that can't be solved by voluntary contributions," the Buffett told Time for an article hitting newsstands on Friday.

An aide to McConnell suggested that the Berkshire Hathaway CEO should expand his matching offer to President Barack Obama and his Democrats.

"Senator McConnell says that Washington should be smaller, rather than taxes getting bigger. And since some, like President Obama and Mr. Buffett want to pay higher taxes, Congress made it possible for them to call their own bluff and send in a check," said Don Stewart, McConnell's deputy chief of staff.

"So I look forward to Mr. Buffett matching a healthy batch of checks from those who actually want to pay higher taxes, including Congressional Democrats, the President and the Democratic National Committee," he added.

The jabs over voluntary payments come as higher taxes for the wealthy and extension of payroll tax breaks for middle-class Americans are becoming increasingly contentious issues for the 2012 presidential race. Obama is trying to paint Republicans as only favoring the wealthy, while Republicans are trying to brand the president as relying on tax hikes to fund excessive spending.

Buffett said in the Time interview the United States needed a tax system that favored people who were not born investors.

"We need a tax system that takes very good care of people who just really aren't as well adapted to the market system, and to capitalism, but are nevertheless just as good citizens, and are doing things that are of use in society," he said.

Buffett, who has raised money for President Barack Obama recently, also takes swings at Republican presidential candidates Mitt Romney and Newt Gingrich in the Time interview, criticizing Gingrich's track record and Romney's ties to the private equity business.



Sumber: Reuters

Benjamin Graham – Mentor Investor Dunia

January 04, 2012

Benjamin Graham dikenal sebagai Father of Security Analysis, seorang ekonom kelas dunia, legenda investor dan juga guru besar keuangan di Universitas Columbia. Beliau telah memberikan warisan terbaik bagi para investor terbesar sepanjang sejarah, seperti: Warren Buffet, Mario Gabelli, Michael Price, John Bogle dan John Neff.

Warren Buffett pernah belajar di bawah naungan sang dosen, Benjamin Graham di Universitas Columbia. Buffet mencoba mendapatkan pekerjaan di perusahaan investasi sang mentor, namun ditolak. Buffett pun terus – menerus berusaha tanpa henti sampai akhirnya ia diterima.

Ini adalah awal mula Buffett diberikan tanggung jawab besar, dari situ ia tidak pernah berhenti untuk menyerap, sekaligus berterima kasih atas apa yang ia pelajari dari seorang Benjamin Graham. Menarik untuk diketahui bahwa; salah satu investasi Newman Graham GEICO milik Graham, merupakan awal dari akuisisi Berkshire Hathaway yang hingga saat ini masih menjadi roda investasi besar di Grup Buffett.

Perjalanan hidup Benjamin Graham menuju puncak sukses pasti penuh dengan lika-liku dan rintangan, layaknya investor sebagai manusia biasa. Ia pun harus melewati langkah sulit dan berjuang keras di era krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat pada masa itu.

Biografi Benjamin Graham

Benjamin Graham terlahir di kota London tahun 1894, anak seorang importir. Keluarganya bermigrasi ke Amerika pada saat ia masih sangat muda dan membuka usaha pengimpor. Keadaannya berubah menjadi mimpi buruk ketika ayahnya meninggal dunia  tidak lama setelah pindah ke Amerika pada tahun 1907 selama krisis ekonomi pada saat itu.


Melewati masa krisis, Benjamin Graham tetap berhasil masuk kuliah di Columbia University. Ketika di bangku kuliah, ia adalah seorang bintang kelas yang mahir di berbagai bidang. Meskipun ditawarkan pekerjaan menjadi dosen setelah lulus, ia lebih memilih pekerjaan di Wall Street.

Dia tidak membutuhkan waktu lama, kecerdasan alaminya muncul ketika ia mulai melakukan financial research, market analysis dan menjadi partner dalam suatu perusahaan. Pendapatannya langsung melonjak naik menjadi lebih dari $500.000 setahun, jumlah yang signifikan besar untuk usia 25 tahun.

Pada tahun 1926, Benjamin Graham membentuk kerjasama investasi dengan Broker, Jerome Newman. Di saat yang bersamaan, ia juga mulai mengajar dengan menjadi dosen kelas malam dibidang keuangan, Universitas Columbia.

Krisis keuangan tahun 1929 hampir membuat Benjamin Graham bangkrut total, namun usahanya terselamatkan oleh bantuan dari penjualan sebagian besar aset-aset personal. Sang Istri pun terpaksa kembali bekerja sebagai guru dansa. Ben Graham dengan segera kembali berdiri, dari situ ia telah belajar pengalaman paling berharga. Sebuah rahasia yang akan dia wariskan kepada Investor di  dunia melalui buku – bukunya.

Pada tahun 1934, Benjamin Graham bersama dengan David Dodd (akademis Columbia), menerbitkan buku Security Analysis. Meskipun dalam masa krisis keuangan, buku itu tetap merekomendasikan: “sukses untuk berinvestasi dengan saham biasa adalah mungkin, selama prinsip-prinsip investasi yang sehat tetap diterapkan.”. Mereka telah memperkenalkan konsep intristic value / nilai fundamental untuk membeli saham dengan nilai tersebut.

Kerjasama merekapun berlanjut, namun kali ini lebih produktif dan tidak pernah lagi merugikan para investor mereka dengan nilai kesuskesan return tahunan sekitar 17%. Benjamin Graham berhasil menulis buku The Intelligent Investor pada tahun 1949, yang juga dianggap sebagai “Kitab Suci Investasi”. Beliau-pun akhirnya pensiun di tahun 1956 dan wafat tahun 1976.

Krisis ekonomi global yang terjadi beberapa tahun terakhir telah menjadi rintangan bagi kita semua pastinya dan diperlukan kerja keras, pengorbanan dan pantang menyerah untuk menggapai kesuksesan layaknya Benjamin Graham dan juga investor kelas dunia lainnya di masa krisis pada saat itu. Melalui Biografi singkat ini, diharapkan memberi Anda pengetahuan, pengalaman serta inspirasi yang berarti. Tidak menutup kemungkinan, akan muncul sosok Investor asal Indonesia, yang nantinya dikenal dunia. 



Dari: Berbagai Sumber

Latest News

Advertise

SHARIA STORE
 

© Copyright KABAR MARKET 2011 | Powered by Blogger.com.