Jakarta
Tokyo
London
New York
Sydney
Latest News :

Popular Posts

Showing posts with label pasar eropa. Show all posts
Showing posts with label pasar eropa. Show all posts

Inilah Kronologi Krisis Yunani !

February 12, 2012

Sudah dua tahun sejak tabir keuangan Yunani terkuak, belum ada perbaikan berarti dari krisis hutang negara itu. Bagaimana sesungguhnya perjalanan negeri dewa dewi hingga mencapai taraf anggaran seburuk saat ini?

Program pemangkasan yang siap diteken oleh Perdana Menteri Lucas Papademos pekan depan sejatinya dapat menjadi titik balik absolut. Pemulihan ekonomi memang tidak bisa diraih dalam satu malam, Yunani pasti butuh setidaknya satu dekade untuk memutus tekanan defisitnya. Monexnews merangkum momen-momen penting dari perjalanan Yunani dalam menjaga legitimasi pemerintahan, hingga upayanya untuk mengikis beban hutang.

Kronologi:

2002 - Januari: Yunani mengganti mata uang drachma dengan euro.

2004 - 15 November: Pemerintah mengakui bahwa mereka sesungguhnya sama sekali tidak memenuhi kualifikasi untuk bergabung dengan zona euro. Data revisi anggaran Yunani menunjukkan bahwa defisit tidak pernah di bawah 3% sejak tahun 1999, atau di atas level yang diwajibkan otoritas.

2005 - 29 Maret: Setelah menggeser pemerintah sosialis satu tahun sebelumnya, Partai Demokrasi Baru memberlakukan program pemangkasan pertama. Biaya layanan publik sangat tidak sehat ketika itu, khususnya setelah penyelenggaraan Olimpiade Athena. Kenaikan pajak untuk alkohol dan tembakau dibarengi oleh kenaikan PPN antara 18-19%.

2009 - 4 Oktober: PASOK memenangkan pemilu sehingga George Papandreou berhak menjabat sebagai Perdana Menteri. Pada tahun ini, ekonomi sudah berkontraksi 0,3% dan beban hutang nasional melambung sampai 262 miliar euro (dari 168 miliar euro pada 2004). Pemerintah memperkirakan defisit keluar pada level sangat tinggi, 6%.

2009 - 8 Desember: Rating kredit Yunani dipangkas oleh lembaga pemeringkat Fitch akibat beban hutang yang membengkak, dari A- ke BBB+. Hal serupa dilakukan oleh S&P beberapa pekan berselang. Inilah untuk kali pertama Yunani kehilangan status A- dan memicu kegundahan di pasar saham dunia.

2010 - 3 Maret: Papandreou merilis program efisiensi pertamanya. Yunani mulai berjuang meredam gejolak di pasa finansial dengan komitmen untuk mengikis defisit dan melunasi hutang.

2010 - 23 April: Papandreou berpaling ke Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendapat dana segar senilai 45 miliar euro.

2010 - 2 Mei: Krisis hutang dimulai. Menteri keuangan Eropa menyepakati bantuan 110 miliar euro untuk Yunani. Bail out dirancang untuk menutup kewajiban pinjaman sampai 2013. Sebagai timbal balik, Yunani harus memangkas defisit melalui efisiensi besar-besaran.

2010 - 4/5 Mei: Aksi demonstrasi 48-jam mewarnai jalan-jalan Yunani. Pembakaran bank mengakibatkan tiga orang tewas.

2010 - 10 Mei: Pembuat kebijakan Eropa membangun jaring pengaman senilai 1 triliun euro untuk memperkuat sistem keuangan kawasan dan mencegah penularan krisis dari Yunani. Program perlindungan terdiri dari jaminan bagi negara euro sebesar 440 miliar euro serta instrumen hutang 60 miliar euro. IMF menyatakan kesiapannya untuk mengucurkan 250 miliar euro.

2010 - 18 Mei: Yunani menerima 14,5 miliar euro dari Uni Eropa untuk melunasi hutang terdahulu.

2010 - 29 September: Aksi perlawanan rakyat terhadap program pemerintah dimulai. Ribuan orang turun ke jalan Athena, menentang pemangkasan anggaran. Aksi serupa juga terjadi di Portugal, Irlandia, Slovenia dan Lithuania.

2011 - 17 April: Bunga obligasi Yunani melonjak lagi di tengah kecemasan bahwa program efisiensi tidak akan berhasil. Negara ini sekarang berada dalam titik resesi sehingga warga kembali turun ke jalan.

2011 - 15 Juni: Aksi kekerasan kembali terjadi di Athena saat Papandreou berupaya mengkampanyekan pemangkasan baru 28 miliar euro selama 4 tahun.

2011 - 19 Juni: Yunani membutuhkan bailout baru 110 miliar untuk menghindari default. Permintaan itu tidak dikabulkan pihak Jerman, yang justru meminta kreditur menerima kerugian dari aset obligasi beracun Yunani. Sikap pemimpin euro masih terpecah soal gagasan Jerman.

2011 - 21 Juni: IMF menyerukan agar pemimpin Eropa bekerjasama dalam bertindak supaya bencana hutang bisa ditangkal. Negara lain bisa tertular krisis jika tidak aktif berpartisipasi dalam program pemulihan.

2011 - 22 Juni: George Papandreou selamat dari mosi tidak percaya parlemen. Ia meraih 155 dukungan berbanding 143 penolakan. Hal ini disambut baik oleh Komisi Eropa.

2011 - 29 Juni: Parlemen merestui niat pemerintah memangkas pajak baru dan anggaran belanja senilai 28 miliar euro. Aksi demonstrasi kembali merebak.

2011 - 22 Juli: Uni Eropa menyepakati bailout 109 miliar euro, yang mencantumkan ketentuan bahwa investor swasta harus menerima pemangkasan nilai obligasi sampai 20%. Otoritas juga memperpanjang masa berlaku Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF).

2011 - 11 September: Yunani mengumumkan pungutan pajak baru sebagai syarat untuk mendapat bail out selanjutnya. Baik pihak pemerintah maupun parlemen juga harus menerima pemangkasan nilai gaji sebagai bagian dari rencana efisiensi.

2011 - 13 Oktober: Slovakia jadi negara terakhir yang menyetujui rancangan EFSF senilai 44 miliar euro.

2011 - 27 Oktober: Pemerintah Eropa menyetujui pemotongan nilai hutang Yunani dan penambahan kapasitas dana bailout menjadi sekitar 1 triliun euro. Athena bisa meraih bailout 100 miliar euro di awal tahun berikutnya. Setelah melalui pembahasan alot berjam-jam, pihak investor menerima nilai aset Yunaninya dipotong 50% untuk mengurangi beban hutang negara itu.

2011 - 31 Oktober: Sikap penolakan George Papandreou terhadap program pemangkasan menuai referendum. Nasibnya sebagai kepala pemerintahan dipertaruhkan sebagai risiko atas sikapnya itu.

2011 - 3 November: Sang Perdana Menteri membatalkan rencana menggelar referendum. Menteri Keuangan Evangelos Venizelos meredam kecemasan dengan pernyataannya bahwa keanggotaan Yunani terlalu berharga untuk ditaruh di meja voting. Untuk kali pertama dalam sejarah, petinggi G-20 bertemu di Cannes, Prancis. Mayoritas delegasi sepakat bahwa Yunani harus keluar dari zona euro jika gagal mengatasi krisisnya.

2011 - 6 November: George Papandreou resign dari kursi perdana menteri.

2011 - 11 November: Lucas Papademos mengambil kepemimpinan kabinet sebagai utusan dari partai koalisi.

2012 - Januari/Februari: Negosiasi antara pihak kreditur yang dipimpin oleh Josef Ackermann, CEO Deutsche Bank dan pemerintah Yunani berlangsung. Athena meminta kreditur swasta merelakan nilai asetnya dipangkas sampai 70% untuk mengurangi beban Yunani. Hingga saat ini status pembicaraan belum tuntas.

Pemerintah Athena juga harus mendapat dana segar 130 miliar euro untuk melunasi beban hutang terdahulu yang jatuh tempo 9 Maret mendatang. Pihak koalisi menolak klausul pemangkasan dana pensiun yang diberlakukan IMF, Uni Eropa dan bank sentral (ECB). Troika meminta Yunani mencari alternatif lain untuk menggantikan wacana pemotongan tunjangan pensiun. Athena memiliki waktu sampai Rabu (15/02) untuk mengajukan program pemangkasan final pada Troika.




Sumber: 
monexnews
bbc news
dnaIndia.com
Reuters
prudentinvestor.com
wikipedia

Kekhawatiran Yunani Meningkat, Bursa Eropa Tergelincir

February 11, 2012

Pasar saham Eropa jatuh di sesi Jumat, dengan saham perbankan mengarahkan penurunan setelah ketidakpastian atas Yunani meningkat setelah menteri keuangan kawasan eropa menahan untu menyetujui bailout kedua Yunani kemarin.

Memperpanjang penurunan sebelumnya, indeks Stoxx Europe 600 turun 1,1 persen menjadi 260,89, setelah naik di sesi Kamis di tengah pemberitaan bahwa para pemimpin politik Yunani telah menyetujui langkah penghematan babak lainnya.
 
Melawan tren negatif di Eropa, Alcatel-Lucent melonjak 14,7 persen. Perusahaan produsen peralatan telekomunikasi Prancis tersebut mengatakan mengantongi laba bersih 1,1 miliar euro atau setara dengan $1,5 milyar pada tahun 2011 dari kerugian 334 miliar pada tahun 2010.

Saham Eropa, dengan Yunani yang paling menderita, kembali mengalami penurunan di perdagangan sore setelah laporan media mengatakan pemimpin partai koalisi muda Yunani mengumumkan pihaknya akan memberikan suara terhadap langkah-langkah penghematan baru, diperkirakan akan mencapai parlemen hari Minggu.

Para menteri keuangan kawasan eropa Kamis kemarin menuntut parlemen Yunani meratifikasi langkah-langkah penghematan sebelum mereka menyetujui bantuan tahap selanjutnya yang diperlukan untuk mencegah default pada bulan Maret. Di antara tuntutan lainnya, para menteri keuangan ingin pemimpin politik koalisi untuk memberikan rincian 325 miliar euro dalam pemangkasan tambahan.

Suasana negatif di bursa Eropa semakin meningkat setelah hasil awal indeks sentimen konsumen AS tak terduga turun menjadi 72,5 di Februari dari 75 di Januari. Secara terpisah, data AS menunjukkan bahwa defisit perdagangan pada bulan Desember melebar level ke tertinggi di enam bulan terakhir.

Perbankan pimpin penurunan di Eropa, dengan saham Commerzbank AG dan Deutsche Bank AG masing-masing turun 6 dan 3,9 persen, menyeret indeks DAX 30 Jerman turun 1,6 persen menjadi 6,774.67.

Kerugian memperburuk indeks CAC 40 Perancis, yang turun 1,3 persen ke level 3,380.91 setelah saham perbankan anjlok. Saham Societe Generale SA merosot 5,8 persen dan BNP Paribas serta Credit Agricole SA masing-masing turun sekitar 4 persen.

Miners jatuh seiring penurunan harga logam mulia dan logam dasar. Kazakhmys PLC turun 4,5 persen, Anglo American PLC turun 4,2 persen, Antofagasta PLC turun 1,9 persen, BHP Billiton PLC turun 3,4 persen dan Rio Tinto PLC turun 1,8 persen.

Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,8 persen ke level 5,850.20. Indeks acuan Inggris ini didukung kenaikan saham Barclays, yang naik 0,5 persen setelah melaporkan penurunan laba bersih pada tahun 2011 sementara juga mengutip pertumbuhan kondisi pasar pada awal 2012.




Sumber: Financeroll

Target Utang Yunani Meleset, Dolar Melesat

February 10, 2012

Dolar AS diperdagangkan menguat terhadap mitra utamanya di sesi Jumat, setelah Jerman menegaskan bahwa target utang meleset Yunani dan harus meningkatkan langkah penghematan untuk lolos ke paket bailout ekonomi kedua.

Selama perdagangan pagi AS, dolar menguat terhadap euro, naik 0,82 persen menyentuh level $1,3176. Sebelumnya, mata uang tunggal tersebut menguat dipicu ketika para pejabat Yunani mencapai kesepakatan mengenai langkah penghematan yang diperlukan untuk mendapatkan paket bailout sebesar 130 miliar euro.

Troika Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional bertemu di Brussels kemarin untuk menentukan apakah Yunani telah memenuhi kewajibannya untuk memenuhi syarat untuk paket bailout kedua. Dolar menguat setelah hal tersebut bukanlah pertanda baik untuk Yunani pada pertemuan troika di Brussels.

Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble menyatakan bahwa Yunani tidak mencapai target pemotongan utang. Menteri Keuangan Jerman Departemen menyatakan, “Penawaran Yunani tidak memadai dan mereka harus datang kembali dengan rencana yang direvisi.”

Seperti yang telah diduga, Yunani menghadapi perlawanan yang cukup kuat terhadap langkah penghematan yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat untuk paket bailout kedua. Menteri Keuangan Yunani Evangelo Venizelos menyatakan bahwa pemungutan suara di parlemen atas kebijakan tersebut, akan dimulai akhir pekan ini, sebesar pemungutan suara pada keanggotaan euro.

Membumbui negatif tersebut, Fitch Ratings menegaskan pendapatnya bahwa Yunani akan default meskipun memperoleh dana talangan.

Greenback juga mencatat kenaikan terhadap pound, naik 0,35 persen untuk menyentuh level $1,5761. Menguat terhadap yen dan Swiss franc, greenback naik tipis 0,01 persen terhadap yen di level 77,67 dan melonjak 0,72 persen terhadap Swiss fran diperdagangkan pada level 0,9184.

Selain itu, greenback menguat terhadap dolar Kanada, melemah terhadap dolar Australia dan Selandia Baru. Terhadap loonie, greenback naik 0,89 persen menyentuh level $1,0033, turun 1,28 persen terhadap aussy di level 1,0648 dan turun 0,86 persen di level 0,8268.

Indeks dolar, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,66 persen ke level 79,21.




Sumber: Financeroll

Saham AS Berjangka Terkoreksi Akibat Keraguan Bailout Yunani

Kecemasan rencana utang Yunani dan laporan impor China yang negatif memicu pelemahan indeks saham AS. Dow, Nasdaq, S&P500 futures terpantau melemah lebih dari -0.8%.

Pekerja Yunani masih melancarkan aksi demonstrasi terhadap langkah program penghematan anggaran terakhir, padahal menurut para menteri keuangan zona Eropa masih tidak memadai untuk mengamankan bailout.

Secara terpisah, laporan impor China jatuh lebih dari 15% ke level terendahnya sejak terjadinya krisis keuangan.

Dari sisi korporat, dikabarkan Alibaba berencana untuk mengambil alih unit swasta di Hong Kong, langkah ini akan menjadi bagian dari kesepakatan untuk menambah modal Yahoo! Selain itu Alobaba akan membeli 25% saham perusahaan tersebut dari Yahoo!, sehingga menyisakan kepemilikan Yahoo! Sebesar 15% modal pada Alibaba.

Dari sisi ekonomi, laporan defisit perdagangan AS selama bulan Desember makin bertambah menjadi -$48.8 milyar dari sebelumnya -$47.1 milyar, dan sedikit melampaui ekspektasi -$48.1 milyar. Melihat kedepan para investor masih menunggu laporan sentimen konsumen AS yang akan dirilis pada pukul 21.55 WIB.



Sumber: Monexnews

Yunani Masih Bebani Euro

Euro melemah di sesi London seiring merebaknya kekhawatiran atas pencairan dana bailout Yunani. Athena telah setujui kebijakan penghematan lebih lanjut demi amankan dana bailout dan kesepakatan debt swap juga hampir rampung. Namun, pimpinan menteri keuangan zona-euro Jean-Claude Juncker tetapkan tiga syarat bagi pencairan dana bailout yakni (1) parlemen harus ratifikasi kebijakan reformasi ekonomi, (2) temukan cara untuk menghemat €325 juta, (3) komitmen politik akan dijalankannya kebijakan yang telah dijanjikan Athena.

Aksi profit-taking juga bebani euro setelah mata uang tunggal Eropa rally dari level rendah 17 bulan $1.2624 akibat harapan akan tuntasnya kesepakatan bailout Yunani. "Kita mungkin akan melihat konsolidasi di jangka pendek. Masalah zona-euro tidak hanya Yunani. Saya rasa, cepat atau lambat euro akan lanjutkan pelemahan," ujar Teppei Ino, analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ.

Sumber: Monexnews

Eropa Akan Alami Stagnasi Ringan

Perekonomian Eropa sedang hadapi kemungkinan stagnasi ringan pada tahun 2012, menurut Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy. Meskipun beberapa indikator ekonomi terakhir cukup positif dan Bank Sentral Eropa suntikan likuiditas untuk stabilkan pasar obligasi; masih ada sinyal suram bagi perekonomian Eropa. 

Banyak analis juga khawatir dengan kebijakan penghematan fiskal yang dijalankan pemerintah karena bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan memicu siklus stagnasi dan beban utang yang lebih tinggi.Sementara itu, euro melemah di sesi New York. EUR/USD kini diperdagangkan 1.3240, jauhi level tinggi harian 1.3291.


Sumber: Monexnews

Minyak Kembali Menguat Diantara Kekhawatiran Eropa

February 09, 2012

Minyak mendekati harga tertingginya selama lebih dari seminggu terakhir setelah cadangan minyak Amerika meningkat lebih rendah dari yang diperkirakan menimpali kekhawatiran krisis Eropa akan bertambah parah karena Yunani masih menemui jalan buntu dalam negosiasinya dengan kreditor internasional.

Minyak berjangka sedikit terkoreksi setelah naik selama dua hari kemarin. Cadangan minyak naik 304.000 barel minggu lalu dibandingkan dengan prediksi kenaikan sebanyak 2,5 juta barel. Perdana Menteri Lucas Papademos akan berdiskusi lebih lanjut lagi dengan kreditor internasional tetang persyaratan dana talangan tahap kedua yang berat.

Minyak berjangka untuk pengiriman Maret naik 3 sen menjadi 98,74 dolar AS per barel kemarin. Kontrak minyak berjangka naik 30 sen atau 0,3 persen menjadi 98,71 dolar AS per barel, harga tertinggi sejak 30 Januari lalu. Harga minyak naik 14 persen dibandingkan tahun lalu.

Brent berjangka untuk pengiriman Maret naik 32 sen menjadi 117,52 dolar per barel di ICE Futures Europe Exchange. Kontrak premium terhadap West Texas Intermediate naik dua hari terkakhir ke kisaran 18,78 dolar.

Perusahaan penyulingan minyak Amerika mengoperasikan 82,8 persen dari total kapasitasnya minggu lalu, naik 1 persen dari minggu sebelumnya. Produksi bensin naik 0,7 persen menjadi 8,63 juta barel per hari.

Harga bensin naik ke kisaran paling tingginya selama lebih dari lima bulan terkahir karena spekulasi bahwa penutupan kilang minyak di Eropa dan Amerika akan mengurangi suplai. Bensin untuk pengiriman Maret naik 0,61 persen menjadi 2,9813 dolar per galon kemarin. Bensin sempat naik 4,77 sen menjadi  2,9752 per dolar AS, nilai tertingginya sejak 31 Agustus lalu dan kenaikan paling drastis sejak 27 Januari.

Impor bahan bakar kendaraan Amerika turun 32 persen minggu lalu menurut data Energy Department. cadangan diesel dan heating oil naik 1,2 juta barel dibandingkan dengan prediksi penurunan sebanyak 875.000 barel.

Pemerintah Yunani masih berjuang untuk melunasi hutang mereka sebanyak 14,5 juta euro yang jatuh tempo pada 20 Maret mendatang, menambah kekhwatiran Eropa akan makin tenggelam dalam krisis. Pemimpin politik Yunani telah menyetujui semua persyaratan dana talangan untuk negara mereka kecuali pemotongan pensiun, ungkap juru bicara partai sosialis Pasok.



Sumber: Financeroll

Dana Bantuan Gol Bukan Berarti Yunani Aman

Sejak awal kita telah mengetahui dan menyadari bahwa Yunani pada akhirnya akan menerima bantuan Uni Eropa dan IMF walau harus menempuh proses yang pahit dan berdarah-darah. 

Persyaratan yang diajukan Uni Eropa dan IMF sebagai lembaga pendonor bagi negara-negara bermasalah di zona euro terasa berat sebelah, tapi setidaknya mereka adalah satu-satunya solusi praktis dan logis dalam menyelesaikan permasalahan internal zona euro agar tidak semakin kronis.

Jika enggan menerima syarat yang telah ditetapkan maka sanksi beratpun telah menunggu, diantaranya keluar dari keanggotaan dan bangkrut. Negara sekelas Yunani tentu tidak mau menerima kondisi tersebut.

Alhasil Yunani menempuh berbagai kebijakan lama yang sebenarnya sudah digadangkan oleh pemerintahan terdahulu ketika dipimpin PM George Papandreou. Kebijakan-kebijakan inilah yang sejak semula memicu demonstrasi besar-besaran karena dinilai merugikan masyarakat. Pemerintahan yang ada saat ini hanya melakukan modifikasi sedemikian rupa dan seiring berjalannya waktu, fakta dilapangan memaksa masyarakat harus menerima kebijakan pemerintah dengan lapang dada.

Saat ini pemerintah Yunani telah berhasil merampungkan draft kesepakatan yang nantinya akan diajukan kepada lembaga pendonor. Isi dari draft tersebut diantaranya janji pemerintah yang akan memangkas belanja secara permanen, menurunkan jumlah pembayaran pensiun dan memangkas upah minimum sebesar 20 persen. Kebijakan itu diambil setelah melihat fakta bahwa perekonomian Yunani tahun ini berkontraksi lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Didalam “letter of Intent” yang dialamatkan kepada Managing Director IMF Christine Lagarde, pemerintah Yunani mengungkapkan “Untuk memulihkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, kami akan mempercepat penerapan reformasi struktural mendalam di pasar perburuhan, produk dan jasa.”

Surat tersebut beserta lampiran sebanyak 43 halaman rencananya akan ditanda tangani Perdana Menteri Lucas Papademos, Menkeu Evangelos Venizelos dan Gubernur Bank of Greece George Provopoulos.

Sebelum diajukan kepada UE dan ECB, PM Papademos harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan tiga pimpinan partai pendukung pemerintah di Athena hari ini. Target, bantuan senilai 130 miliar euro harus sudah diamankan menjelang pertemuan darurat para menteri keuangan zona euro di Brussel esok.

Mayoritas spekulasi menyebutkan bahwa dirapat hari ini pemerintah akan berhasil mendapat sokongan partai.
Walau optimisme bermunculan, draft ini bukannya tanpa cacat, beberapa pihak menilai draft yang telah disusun Yunani tidak begitu jelas menjabarkan pendanaaan internasional, saat ini utang Yunani telah membengkak, pertumbuhan ekonomi mandeg dan terlalu banyak lubang besar didalam anggaran negara. 

Walau disuapi dengan uang yang banyak, tidak serta merta dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Disamping itu, negara pendonor seperti Jerman mulai enggan memberi lebih banyak dana.

Draft juga tidak menjabarkan dengan detail kebijakan “debt-swap”, yang merupakan bagian intergral dalam paket bantuan putaran kedua untuk Yunani.

Didalam draft itu terungkap fakta bahwa Yunani membutuhkan lebih banyak dana karena kontraksi ekonomi lebih cepat dari perkiraan awal. Kontraksi untuk tahun ini saja diperkirakan antara 4 sampai 5 persen, akibat memburuknya kondisi eksternal.

Reformasi yang dijabarkan dalam draft meliputi pemangkasan upah pegawai pemerintah, memangkas PNS sebanyak 15.000 tahun ini dan menggabungkan semua dana pensiun. Diharapkan kebijakan diatas dapat mengembalikan pertumbuhan ekonomi disemester pertama tahun depan.

Pemerintah Yunani pun tampaknya akan menempuh jalur swastanisasi setelah mengungkap akan menjual saham pemerintah dienam perusahaan, termasuk Opap SA, Hellenic Petroleum SA, Athens Water & Sewage Co SA dan Thessaloniki Water & Sewage Co SA disemester pertama tahun ini dan mengeluarkan tender untuk konsesi pelabuhan dan bandara disemester kedua.

Yunani menargetkan mengumpulkan dana paling kurang 50 miliar euro di 2017 dengan cara menjual atau menyewakan aset-aset negara. Sejauh ini Yunani baru bisa mengumpulkan dana 1,8 miliar euro dari aset-aset tersebut. Upaya untuk meningkatkan pemasukan sempat terhenti akibat banyak investor menunggu hasil perundingan yang membahas rencana debt-exchange.

Walau berhasil mendapat dana talangan dari Uni Eropa dan IMF, Yunani masih harus berjuang keras untuk memulihkan kondisi perekonomiannya, data talangan sebesar 130 miliar euro hanya akan mampu bertahan beberapa bulan saja, itupun akan segera habis karena digunakan untuk membayar gaji pegawai pemerintah dan dana operasional pemerintah lainnya, setelah itu apakah Yunani akan meminta bantuan lagi atau?



Sumber: Financeroll

5 Reasons Not To Cut Rates – ECB Preview

Those expecting a third rate cut from Draghi might be disappointed. The ECB will likely repeat the “business as usual” stance that worked so well last month.

There are 5 reasons for the ECB to wait and see for another month.

After rate cuts in November and December, the European Central Bank left the rates unchanged in January, at the 1% low. Given the bad economic situation in the continent and all over the world, many expect Draghi to act and cut the interest rate to 0.75%.
Draghi’s willingness to act led the markets to price a 58% chance of a rate cut. But here are reasons to wait once again:
  1. Some positive signs: Europe’s No. 1 economy, Germany, has shown some positive signs: employment continues rising, business climate is improving and purchasing managers’ indices are rising. The rise in PMIs isn’t exclusive to Germany, but is seen in the euro-zone as a whole.
  2. Greek drama: Talks between Greece and the troika are quite close to conclusion. The deal might involve some complicated assistance from the ECB through its Greek bond holdings. The ECB wouldn’t want to take the center stage right now with a rate cut, and wouldn’t want to seem to be too soft in general. Cutting rates and taking a haircut aren’t likely in the same week.
  3. Second LTRO awaiting: February 29th is a special date, that might see an indirect European QE in the magnitude of 1 trillion euros. The first LTRO resulted in 489 billion euros lent to European banks, and certainly helped stabilize the fragile banking system. Draghi took pride in this move, and will likely await the second operation before making new policy decisions.
  4. Inflation Still High: Contrary to the days of Jean-Claude Trichet, the ECB doesn’t have a single needle in its compass of inflation anymore. Nevertheless, Draghi would not want to anger the northern inflation hawks with another rate cut, while headline CPI is at 2.7%, above the “2% or a bit lower”" target.
  5. Rate at Minimum: It’s important to remember that 1% is the lowest rate ever, including during the peak of financial crisis, and including when inflation was extremely low. Cutting it would likely require more justification.
In the current environment, a rate cut would likely be greeted with a stronger euro on an active ECB, while avoiding a cut might be received with disappointment and a stronger euro.

When a member of the euro-zone is close to a default, whether orderly or disorderly, we are not in normal times, but rather “interesting times”, as the Chinese say.

Press conference

Draghi proved his skills at press conferences. He remains calm, confident and unmoved by reporters’ questions. He will likely express confidence about the LTRO. This worked perfectly well last time, and there’s no reason that it will not work now.

Reporters will likely ask many questions regarding the ECB’s involvement in Greek debt. Draghi will probably be wise to dodge such questions and say that negotiations are still going on. The same goes for any political of half-political questions.

In the previous press conference, Draghi didn’t categorically reject an ECB haircut. There is little chance that he’ll say more this time.

Assuming that Draghi will not slip his tongue, the euro will likely stabilize, and the pair will return to swing by every bit of news from Athens.




Sumber: Forexcrunch

Wall Street Naik Tipis Di Tengah Negosiasi Hutang Yunani

Bursa saham AS berhasil mencetak kenaikan tipis pada hari Rabu, dengan Nasdaq menyentuh level tinggi dalam beberapa tahun, di tengah harapan bahwa pemimpin di Eropa akan menghadirkan solusi untuk mengatasi krisis hutang di Yunani. Partai politik di Yunani akan kembali mencoba untuk mencapai kesepakatan reformasi sebagai syarat paket bantuan internasional guna menghindari default, setelah sejumlah penundaan yang telah membuat pemimpin di Uni Eropa memperingatkan bahwa zona Eropa dapat terus berjalan tanpa Athena. Wakil Menteri Keuangan Jerman Steffen Kampeter mengkritik Yunani, mengatakan kemajuan Yunani hanya seidkit sejak tahun 2010 dan tidak akan ada “rencana B” untuk Yunani.

“Sekali lagi, Yunani terus menjadi fokus setidaknya untuk tren jangka pendek,” ucap Kenny Polcari, direktur manajer ICAP Equities. “Bursa saham sedang bersemedi, pasar telah berperforma sangat baik sejak Desember dan tanpa koreksi berarti untuk bulan Januari dan menurutku kita terlalu berlebihan meski ada isu mengenai membaiknya data makro-ekonomi.” Polcari mengatakan trader sedang menanti berita terbaru mengenai negosiasi hutang Yunani.



Sumber: Monexnews

Latest News

Advertise

SHARIA STORE
 

© Copyright KABAR MARKET 2011 | Powered by Blogger.com.